HITUNGAN HITUNGAN DENGAN TUHAN Edisi: October 2007 [Posting:
17-October-2007 20:48]
Oleh:Iman Brotoseno (Ketua Umum APFII)
Bulan puasa telah selesai dan kini saat saling bermaaf maafan, menghapus segala dosa dan kesalahan yang kita perbuat. Ini memang bukan sekadar basa basi ritual lebaran. Lebih dalam lagi makna lebaran tidak harus diaplikasikan dalam profesi kita, dalam arti jika kita tidak perform secara professional, apakah harus dimaafkan dan dimaklumi ? Tentu saja nilai produksi yang ratusan juta tidak akan dikorbankan untuk memberikan budaya maaf pada kita yang tidak siap dan tidak professional. Saat ini Ikatan Perusahaan Film Iklan Indonesia telah berdiri dan menjadi partner sinergi dengan APFII dalam membangun industri filmi iklan yang sehat dan professional. Diharapakan ada kesepahaman pemikiran ,terutama dalam menyikapi arti memakai sumber daya dalam negeri. Masih di bulan suci ini pula kesadaran profesi kita bangun bersama sama dengan kesadaran rohani kita. Jika kita memiliki sikap ini, Insya Allah produksi tanpa korupsi, produksi yang bertanggung jawab, akan membuat kerja sebagai amanah. Bukan kerja yang asal asalan Ini memang tidak mudah, membangun kesadaran kerja sebagai amanah dan bagian dari proses hubungan kita dengan Tuhan.
Kesadaran rohani saya mungkin masih ana insan atau ‘ aku manusia ‘ yang terlalu disibukan dengan eksistensi sebagai seseorang. Sehingga ketika syuting di lokasi gunung kapur Cibinong dengan matahari terik di ubun ubun, dengan alasan kepala kleyengan , puasa dibatalkan dengan segelas es teh manis. Sementara ada yang dalam tahap ana’abdullah atau ‘aku hamba Allah’. Sehingga hanya kepatuhan kepada Allah yang dibela. Dua kesadaran ini membuat Islam hanya terbelenggu oleh tata krama, sembayang sunnah, serta yang dibicarakan masalah halal haram. Tetapi diam diam sahabat saya Herwin juga menyumbangkan sebagian besar pendapatannya dari gaji syuting iklannya untuk fakir miskin. Berarti ia menjadi khalifatullah, bersikap demokratis terhadap seluruh anggota alam, seluruh hamba Allah dan segenap isi bumi. Orang orang beriman kini makin diuji apakah mereka lebih memilih ‘pahala pribadi’atau ‘ menyumbangkan diri ‘ bagi proses proses sosial, demokrasi, keadilan dan hak asasi manusia. Kalau sewaktu berangkat ke Mesjid untuk salat jum’at tiba tiba anda melihat orang tertabrak mobil – padahal suara ikamah sudah terdengar di corong mesjid – apa yang anda lakukan ? Jika Sahabat saya, Herwin tahu bahwa seluruh pemasukan dari syuting Iklan Djarum tidak seluruhnya merupakan hak miliknya, sehingga sebagian diserahkan kepada kaum miskin yang menghakinya. Pasti bukan jaminan kemiskinan akan lenyap dari muka bumi. Tetapi ia telah menjalankan kerangka duniawi-ukhrawi hitung hitungan dengan Allah. Ia telah lebih dari tingkatan insan dan abdullah,ia Khalifatullah. Selamat Idul Fitri, Minal aidin wal faidzin.
Masih mengenai issue issue terkait sehubungan dengan Peraturan Menteri No.25./PERMEN/05/2007 tentang produksi iklan dalam negeri. APFII telah mengadakan sosialiasasi dan pembicaraan dengan para counterpart yang terlibat dalam industri film iklan, khususnya PPPI . Memang ada anggapan bahwa APFII sepenuhnya mendukung peraturan ini juga tidak salah. Kalau mengutip apa yang dikatakan sutradara ternama, Ipang Wahid dalam konperensi pers beberapa waktu lalu, bahwa APFII seperti anak kecil yang diberi uang ...[detail]
Asosiasi Pekerja Film Iklan Indonesia
Jl. Cililin 2 No.6, Kebayoran Baru, Jakarta 12170, INDONESIA, Telp. 021-7395751,Fax. 021-72790887