Website APFII - Asosiasi Pekerja Film Iklan Indonesia v2.0 [Release Date : 02-April-2007]
Member : Public | Login | Register
 
 
Home  
| Kontak  
 
Topik Utama
Berita
Kalender Acara
Tokoh Pilihan
Etalase
Artikel
Galeri
  Editorial    
  Jakarta, September 07, 2010  
Berkas
 
HITUNGAN HITUNGAN DENGAN TUHAN
  Edisi: October 2007
[Posting: 17-Oct-2007, 20:48]
SAATNYA MERDEKA
  Edisi: August 2007
[Posting: 20-Aug-2007, 20:43]
WAJAH LOKAL MUTU GLOBAL
  Edisi: July 2007
[Posting: 04-Jul-2007, 23:16]
PRASANGKA
  Edisi: June 2007
[Posting: 04-Jun-2007, 17:13]
MADE IN INDONESIA
  Edisi: May 2007
[Posting: 02-May-2007, 09:23]
 
Page 1 to 5 of 18
[1] [2] [3] [4]
 
APFII | Editorial Detail  
   
HITUNGAN HITUNGAN DENGAN TUHAN
Edisi: October 2007
[Posting: 17-October-2007 20:48]

Oleh:Iman Brotoseno
(Ketua Umum APFII)

Bulan puasa telah selesai dan kini saat saling bermaaf maafan, menghapus segala dosa dan kesalahan yang kita perbuat. Ini memang bukan sekadar basa basi ritual lebaran. Lebih dalam lagi makna lebaran tidak harus diaplikasikan dalam profesi kita, dalam arti jika kita tidak perform secara professional, apakah harus dimaafkan dan dimaklumi ? Tentu saja nilai produksi yang ratusan juta tidak akan dikorbankan untuk memberikan budaya maaf pada kita yang tidak siap dan tidak professional. Saat ini Ikatan Perusahaan Film Iklan Indonesia telah berdiri dan menjadi partner sinergi dengan APFII dalam membangun industri filmi iklan yang sehat dan professional. Diharapakan ada kesepahaman pemikiran ,terutama dalam menyikapi arti memakai sumber daya dalam negeri. Masih di bulan suci ini pula kesadaran profesi kita bangun bersama sama dengan kesadaran rohani kita. Jika kita memiliki sikap ini, Insya Allah produksi tanpa korupsi, produksi yang bertanggung jawab, akan membuat kerja sebagai amanah. Bukan kerja yang asal asalan Ini memang tidak mudah, membangun kesadaran kerja sebagai amanah dan bagian dari proses hubungan kita dengan Tuhan.

Kesadaran rohani saya mungkin masih ana insan atau ‘ aku manusia ‘ yang terlalu disibukan dengan eksistensi sebagai seseorang. Sehingga ketika syuting di lokasi gunung kapur Cibinong dengan matahari terik di ubun ubun, dengan alasan kepala kleyengan , puasa dibatalkan dengan segelas es teh manis. Sementara ada yang dalam tahap ana’abdullah atau ‘aku hamba Allah’. Sehingga hanya kepatuhan kepada Allah yang dibela. Dua kesadaran ini membuat Islam hanya terbelenggu oleh tata krama, sembayang sunnah, serta yang dibicarakan masalah halal haram. Tetapi diam diam sahabat saya Herwin juga menyumbangkan sebagian besar pendapatannya dari gaji syuting iklannya untuk fakir miskin. Berarti ia menjadi khalifatullah, bersikap demokratis terhadap seluruh anggota alam, seluruh hamba Allah dan segenap isi bumi. Orang orang beriman kini makin diuji apakah mereka lebih memilih ‘pahala pribadi’atau ‘ menyumbangkan diri ‘ bagi proses proses sosial, demokrasi, keadilan dan hak asasi manusia. Kalau sewaktu berangkat ke Mesjid untuk salat jum’at tiba tiba anda melihat orang tertabrak mobil – padahal suara ikamah sudah terdengar di corong mesjid – apa yang anda lakukan ? Jika Sahabat saya, Herwin tahu bahwa seluruh pemasukan dari syuting Iklan Djarum tidak seluruhnya merupakan hak miliknya, sehingga sebagian diserahkan kepada kaum miskin yang menghakinya. Pasti bukan jaminan kemiskinan akan lenyap dari muka bumi. Tetapi ia telah menjalankan kerangka duniawi-ukhrawi hitung hitungan dengan Allah.
Ia telah lebih dari tingkatan insan dan abdullah,ia Khalifatullah.
Selamat Idul Fitri, Minal aidin wal faidzin.


   
   
Informasi Lain  
   
  topik utama
IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI
Edisi: Jun 2007
[04-Jun-2007 17:25]

Oleh: Panji Kusmin
(Reporter APFII)

Masih mengenai issue issue terkait sehubungan dengan Peraturan Menteri No.25./PERMEN/05/2007 tentang produksi iklan dalam negeri. APFII telah mengadakan sosialiasasi dan pembicaraan dengan para counterpart yang terlibat dalam industri film iklan, khususnya PPPI .  Memang ada anggapan bahwa APFII sepenuhnya mendukung peraturan ini juga tidak salah. Kalau mengutip apa yang dikatakan sutradara ternama,  Ipang Wahid dalam konperensi pers beberapa waktu lalu, bahwa APFII seperti anak kecil yang diberi uang ...[detail]
Asosiasi Pekerja Film Iklan Indonesia
Jl. Cililin 2 No.6, Kebayoran Baru, Jakarta 12170, INDONESIA, Telp. 021-7395751,Fax. 021-72790887
 
Best viewed with Firefox 1.5 [download ] or IE 6 in 1024x768 screen resolution
Copyright © 2006-2007 Asosiasi Pekerja Film Iklan Indonesia, All rights reserved
Version 2.0, Development by : Mediasolusindo