Agyl Syahriar Edisi: December 2006
[Posting: 05-December-2006 15:00]
Oleh: Reporter APFII
Dunia Film iklan kini juga diramaikan dengan sutradara wajah wajah baru yang diharapkan akan memberikan kontribusi pada dinamika industri film iklan. Salah satunya adalah Agyl Syahriar, pria kelahiran 6 December 1969 sudah menggeluti dunia film sejak ia kecil. Tak heran bagi yang sempat melihat film serial “ ACI “ ( Aku Cinta Indonesia ) yang dahulu kerap di putar di TVRI pada periode awal 1980an, pasti tak asing dengan sosok wajahnya. Awalnya ia mendalami bidang produksi mulai awal 1990an dengan bergabung dengan PH Image Maker, kemudian ia banyak terlibat di PH PH lain seperti Bumimedia, Katena Films serta Gama Films. Ia terlibat sebagai Production Assistant sampai akhirnya menjadi Assistant Director. Banyak sutradara asing maupun lokal yang pernah diasisteninya,mulai Ipang Wahid, Iman Brotoseno, Wendy Haryoso, Agung Dewantoro, Isaac Wee dan banyak lagi. Semuanya menjadi proses pembelajaraan dan pembekalan untuknya kelak menjadi sutradara yang mumpuni dan handal. Ia mengakui Gama Films yang pertama tama memberinya kesempatan untuk menjadi sutradara, dan sampai saat ini sudah beberapa iklan yang digarapnya dengan berbagai PH.
Berikut beberapa cuplikan wawancara dengannya,
1. Setelah sekian lama berkecimpung di dunia film iklan, apa yang anda harapkan dari kelahiran asosiasi pekerja film iklan Indonesia ? Lalu kontribusi apa yang anda dapat berikan bagi asosiasi ?
Yang saya harapkan adanya regenerasi dalam berbagai departemen/bidang, supaya dapat tercapai kompetisi yang sehat diantara para pekerja film. Yang paling saya bisa lakukan untuk kontribusi adalah berbagi pengalaman di bidang yang saya pahami.
2. Perlukah Asosiasi ini didirikan dan akan seberapa besar pengaruhnya bagi karier anda di dunia film iklan ?
Menurut saya asosiasi ini perlu didirikan untuk menjadi naungan bagi para pekerja iklan yang sebagian besar kesepakatannya hanya berdasarkan kepercayaan. Diharapkan dengan adanya asosiasi ini dapat melindungi anggotanya secara hukum
3. Bagaimana anda melihat issue issue mengenai tenaga kerja asing, khususnya yang illegal ?
kalau dilihat dari sisi hukum illegal itu memang salah dan perlu untuk lebih ditertibkan lagi tapi dari sisi lain saya juga merasakan positifnya karena saya banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman dari mereka.
4. Bagaimana anda melihat kemampuan tenaga kerja Indonesia jika dibanding dengan tenaga kerja asing ?
benarkah kemampuan dalam negeri masih jauh dibanding mereka ? Kemampuan tenaga kerja kita sama saja dengan tenaga kerja asing, asalkan yang penting kita jangan cepat puas dan terus memperluas wawasan
5. Perlukan industri film iklan nasional diatur dalam peratutan perfilman nasional yang tegas seperti mengenai jam kerja, upah dsb ?
Saya rasa jangan hanya haknya saja tapi mungkin sekalian kewajibannya biar balance… he.. he.. he
6. Bagaimana cara anda merubah sebuah story board agency menjadi sebuah director shooting board ?
Yang pertama saya lakukan adala h mencari situasi apa yang cocok untuk board tsb, lalu saya mulai membangun karakter2 dari para tokoh sehingga saya bisa membuat suatu adegan yang cocok dengan productnya.
7. Apa yang anda lakukan jika berhadapan dengan produser dari perusahaan film yang sangat membatasi ide anda baik dari segi budget maupun fasilitas
Yang pertama saya lakukan adalah menanyakan kepada produser apa saja yang bisa saya dapatkan atau sampai mana batasannya, lalu saya mulai bekerja dari situ. Tetapi kalau saya menemui kesulitan saya akan mendiskusikannya kembali supaya tuntutan dari board tsb dapat tercapai.
8. Bagaimana anda jika harus berhadapan dengan pihak kreatif dari agency yang tidak sependapat dengan ide anda atau bagaimana anda mensiasati agar ide anda diterima oleh mereka ?
Buat saya sebenarnya semua tergantung dari initial brief kalau memang mungkin buat saya mengembangkan ide maka akan saya kembangkan lagi, Tapi kalau memang tidak memungkinkan maka saya akan berusaha meng akomodir needs atau kebutuhan dari pihak agency dengan semaksimal mungkin
9. Jika disuruh memilih, anda memilih menjadi sutradara iklan, sinetron, video klip atau layar lebar ?
saya belum sampai tahap bisa memilih karena saya belum pernah menyutradarai sinetron,video clip atau layar lebar.